Tinjauan Global: Malaysia dan Indonesia Termasuk Negara Yang Kurang Memperhatikan Perubahan Iklim

Tinjauan Global: Malaysia dan Indonesia Termasuk Negara Yang Kurang Memperhatikan Perubahan Iklim
Oleh

Dari 17 negara di dunia yang ditinjau, Malaysia dan Indonesia termasuk yang menaruh paling sedikit perhatian terhadap perubahan iklim - namun termasuk yang paling peduli terhadap stabilitas ekonomi.

tujuan bersejarah untuk menentukan batas peningkatan suhu dunia sampai 2 derajat Celcius di atas batas pra-industrial telah dicanangkan pada bulan Desember, setelah adanya usaha kolektif antara 200 negara yang mencapai konsensus pada emisi karbon. Hal ini merupakan persetujuan pertama antara 200 negara yang berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon, yang mana mulai berlaku pada 2020 setelah melalui pengikatan hukum dan pengukuran sukarela, dan rencana paket iuran sebesar 100 juta USD setahun untuk anggaran iklim untuk negara-negara berkembang.

Riset terbaru dari YouGov menemukan bahwa perubahan iklim dianggap sebagai masalah paling serius ketiga yang dihadapi dunia dengan persentase mencapai 12.8%, di bawah terorisme internasional  (25.1%) dan kemiskinan, kelaparan, dan kehausan (15.2%).

Responden dari 17 negara di Asia, Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, dan Australia disurvei pada November - Desember 2015 untuk menanyakan pendapat mereka mengenai kesembilan masalah yang sedang dihadapi dunia yang merupakan masalah serius, dan manakah yang menjadi masalah paling serius. Skor persentase mewakili rata-rata dari kedua hal tersebut, untuk mencakup luasan dan intensitas dari masalah tersebut.

Untuk isu perubahan iklim, di Asia Pasifik, Malaysia hanya memiliki persentase kepedulian sebesar 11.2% dan Indonesia 11.4%, di bawah rata-rata global (12.8%), dan hanya berada di atas Inggris (10.8%), Amerika Serikat (9.2%), dan Arab Saudi (5.7%). Secara kontras, Malaysia adalah negara yang paling menaruh perhatian terhadap stabilitas ekonomi dengan persentase mencapai 17.4%, lebih dari 7 poin di atas rata-rata global.

Arahkan mouse Anda ke grafik di bawah untuk melihat ranking setiap negara terhadap isu, dan sejauh mana masing-masing isu dipandang sebagai masalah serius.

Angka menunjukkan persentase pangsa perhatian nasional untuk masing-masing masalah berikut. Arahkan kursor ke atas negara untuk melihat bagaimana peringkat kepedulian mereka untuk setiap masalah, dan arahkan ke bar untuk melihat negara yang memiliki tingkat kepedulian

Eropa
Asia
Australia
Amerika Utara
Timur Tengah

...

January 2016

Inggris merupakan negara dengan kepadatan penduduk paling tinggi ketiga dari 17 negara yang ditinjau (660/mil2), hal ini mungkin dapat menjelaskan perhatian terhadap peningkatan populasi. Namun, Singapura (18,513/mil2) dan Hong Kong (16,444) memiliki kepadatan penduduk yang jauh lebih tinggi tetapi menaruh perhatian terhadap peningkatan populasi jauh lebih rendah (5.1% dan 7.8% secara berurutan). Jerman memiliki kepadatan penduduk yang sedikit lebih rendah dari Inggris (593/mil2), namun persentasenya tidak mencapai setengahnya dari Inggris (5.6%) mengenai perhatian terhadap peningkatan populasi.

Arab Saudi, terletak di area yang paling bergejolak dari 17 negara yang ditinjau dan tengah memiliki konflik dengan Yaman, jauh lebih mengkhawatirkan konflik bersenjata daripada negara lain (persentase sebesar 25.8%, dengan rata-rata global 10.6%). Cina yang tengah menghadapi masalah ekonomi karena perubahan harga minyak yang tidak dapat diprediksi, adalah negara yang paling menaruh perhatian terhadap keterbatasan sumberdaya energi (15.2%, dengan rata-rata global 5.3%).

Data untuk Perancis dikumpulkan hanya seminggu setelah serangan teror ISIS di Paris. Perancis merupakan negara yang paling menaruh perhatian terhadap terorisme internasional dengan persentase sebesar 33.7% dibandingkan rata-rata global 25.1%.

Gender

Secara umum, ditemukan adanya irisan antara perbedaan perhatian antara wanita di Barat dan Timur dibandingkan dengan pria, namun jaraknya secara signifikan lebih besar antara gender di negara-negara Barat.

Wanita menaruh perhatian terhadap terorisme global lebih serius daripada pria, dan di Barat selisihnya adalah 3.4. Wanita juga lebih memperhatikan mengenai kemiskinan, kelaparan, dan kehausan - dengan selisih dua poin antara gender di Barat.

Wanita di Timur cenderung lebih memperhatikan mengenai konflik bersenjata dan penyebaran penyakit dibandingkan pria. Pada kedua wilayah, pria memandang peningkatan populasi dan stabilitas ekonomi dengan tingkat keseriusan yang lebih tinggi, tetapi celah ini dilebih-lebihkan di Barat.

Lihat hasil poll seluruhnya dalam bahasa Inggris