Ya untuk sandal, tidak untuk sandal jepit - panduan busana kantor dari YouGov

Ya untuk sandal, tidak untuk sandal jepit - panduan busana kantor dari YouGov
Oleh

Singkirkan dasi itu, tetapi maaf bapak-bapak - Anda masih harus memakai celana panjang meskipun Anda merasa kepanasan!

Kaum lelaki yang ingin mendinginkan diri dengan mengenakan celana pendek ke kantor harus berpikir dua kali. Dengan hanya empat dari sepuluh (39%) responden di APAC yang setuju bahwa celana pendek adalah busana kantor yang bisa diterima untuk laki-laki, mayoritas mengatakan bahwa laki-laki harus terus merasa kepanasan di kantor. Rekan kerja perempuan mereka tidak menghadapi masalah yang sama, dengan dua pertiga (66%) responden sepakat bahwa tidak masalah bagi perempuan untuk mengenakan rok di atas lutut.

Meskipun kedua alas kaki ini mirip, perbedaan pendapat tentang sandal vs sandal jepit sangat mencolok. Hanya 35% orang yang menganggap tidak masalah untuk mengenakan sandal jepit di kantor, dibandingkan 56% untuk sandal. Meskipun sandal kantor mungkin lebih dianggap sebagai pilihan alas kaki perempuan (63% perempuan merasa sandal kantor bisa diterima), tetapi jumlah responden laki-laki yang menganggap sandal lebih bisa diterima juga lebih banyak daripada yang tidak (49% vs 46%).

Laki-laki yang ingin mendinginkan tubuh bagian atas juga akan kecewa mendengar bahwa hanya satu dari tiga orang yang merasa tidak masalah untuk mengenakan atasan tanpa lengan di kantor, meskipun banyak orang menganggap tidak masalah jika mereka tidak mengenakan dasi, dengan 87% setuju dan hanya 9% yang tidak setuju.

 

Legging adalah pakaian yang paling memecah belah pendapat di tempat kerja

Legging terbukti menjadi pakaian yang paling memecah belah pendapat di tempat kerja. Meskipun diterima secara luas di Vietnam (oleh 73%), Singapura (67%), Thailand (59%), Filipina (57%), dan Australia (50%), sebagian besar responden di Tiongkok (71%), Indonesia (54%), dan Malaysia (52%) merasa legging adalah busana kantor yang tidak patut. Warga Hong Kong terbelah, tanpa ada pendapat yang mayoritas; 48% meyakini legging bisa diterima dan 38% percaya bahwa busana ini tidak bisa diterima di tempat kerja.

Tidak mengherankan, generasi muda lebih menerima sebagian besar jenis pakaian di tempat kerja, dengan pengecualian perempuan mengenakan rok di atas lutut dan laki-laki tidak mengenakan dasi. Kesenjangan generasi paling terlihat jelas dalam hal jaket bertudung; meskipun hanya sepertiga (35%) dari responden berusia 55 tahun ke atas yang beranggapan jaket bertudung adalah busana kantor yang bisa diterima, hampir enam dari sepuluh (58%) responden berusia 16-24 tahun yang tidak mempermasalahkan jaket bertudung di tempat kerja.

*Data dikumpulkan secara online dari 14 hingga 29 Agustus 2017 melalui panel YouGov yang diikuti lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia. Data dibobot agar mewakili populasi online. Ukuran sampel: Asia Pasifik (n = 9.645; Australia: 1.008; Tiongkok: 1.018; Hong Kong: 1.120; Indonesia: 1.045; Malaysia: 1.311; Filipina: 1.097; Singapura: 1.030; Thailand: 1.022; Vietnam: 1.003)