Hampir dua pertiga warga Indonesia percaya robot akan mengambil pekerjaan dari banyak orang

Hampir dua pertiga warga Indonesia percaya robot akan mengambil pekerjaan dari banyak orang
Oleh

Riset baru YouGov mengungkap bahwa empat dari sepuluh orang percaya robot dapat melakukan pekerjaan mereka setidaknya sebaik yang mereka lakukan

Gambaran masyarakat utopis, yang di dalamnya robot melakukan semua pekerjaan sementara manusia menikmati semua kesenangan, telah datang silih berganti. Perkembangan genetika, kecerdasan buatan, dan robotik menjadikan robot bisa menghancurkan mata pencaharian banyak penduduk, dengan riset terbaru menyatakan bahwa sekitar 45% dari aktivitas yang orang-orang dibayar untuk melakukannya bisa dijalankan secara otomatis dalam beberapa dekade ke depan.

Akan tetapi, data baru dari YouGov Omnibus menunjukkan bahwa warga Indonesia bersikap optimistis dan hati-hati tentang dampak robot pada masyarakat. Secara keseluruhan, hampir dua pertiga orang Indonesia percaya bahwa robot akan menjadikan hidup kita lebih mudah dan hampir enam dari sepuluh orang setuju bahwa robot bisa melakukan hal-hal yang tidak ingin dilakukan oleh manusia.

Hampir tiga perempat orang Indonesia ingin robot melakukan tugas bersih-bersih

Sebagian besar orang Indonesia menyambut gembira robot dalam kehidupan mereka, dengan hanya satu dari sepuluh orang yang mengatakan bahwa mereka tidak menginginkan robot.

Di antara daftar kemungkinan fungsi robot, penggunaan robot yang paling populer adalah untuk membantu membersihkan rumah. Hal ini diinginkan oleh sekitar tiga perempat responden. Pilihan populer lainnya antara lain keamanan (dipilih oleh 60% responden) dan memiliki robot untuk membawakan barang-barang di samping mereka, seperti belanjaan (dipilih oleh 39%).

Sementara perempuan lebih bersemangat untuk menggunakan robot untuk membantu membersihkan rumah (77% perempuan menginginkan hal ini dibandingkan dengan 71% laki-laki) dan membawakan barang-barang seperti belanjaan (43% berbanding 35%), laki-laki lebih ingin menggunakan robot sebagai teman (29% menginginkan hal ini dibandingkan dengan 23% perempuan) dan olahraga (20% berbanding 15%).

 

Hampir satu dari sepuluh orang percaya robot bisa melakukan pekerjaan mereka dengan lebih baik daripada mereka

Meskipun bisa melihat manfaat dari robot, orang Indonesia mengakui ancaman robot bagi prospek lapangan pekerjaan masyarakat; hampir dua pertiga warga Indonesia setuju bahwa robot akan mengambil pekerjaan dari banyak orang. Akan tetapi, banyak yang saat ini tidak merasa terancam secara pribadi oleh robot di tempat kerja, dengan hanya hampir satu dari sepuluh orang yang percaya bahwa robot akan bisa melakukan pekerjaan dengan lebih baik daripada mereka.

Di seluruh generasi, sekitar separuh warga Indonesia menganggap bahwa robot tidak akan bisa melakukan pekerjaan mereka dengan lebih baik daripada mereka. Namun, empat dari sepuluh orang percaya bahwa robot bisa melakukan pekerjaan mereka dengan sama baik atau lebih baik daripada mereka.       

Dengan robot bersiap mengguncang perekonomian, jelas ada tantangan di depan mata. Delapan dari sepuluh orang Indonesia setuju bahwa robot harus diatur dengan cermat, dan menyarankan agar pembuat undang-undang harus menempa jalan baru yang sulit untuk berupaya memaksimalkan manfaat teknologi baru tanpa mengurangi peluang dan/atau pendapatan warga negara.

*Data dikumpulkan secara online dari 11 hingga 28 September 2017 melalui panel YouGov yang diikuti lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia. Data dibobot agar mewakili populasi online. Ukuran sampel: 6.774

Summer gambar: Getty Image