Sepertiga orang Indonesia pernah menggunakan layanan kencan online

Sepertiga orang Indonesia pernah menggunakan layanan kencan online
Oleh

BeeTalk dan Tinder adalah layanan kencan online yang mendapatkan nilai tertinggi dari orang Indonesia

Salah satu alasan dasar diciptakannya internet adalah potensinya untuk menghilangkan isolasi, tetapi beberapa orang mengklaim internet justru mencapai hal sebaliknya. Dalam hal percintaan, kisahnya lebih menjanjikan - tidak pernah semudah ini untuk menemukan teman kencan, dan seiring berkurangya stigma sosial terhadap kencan online, ada alasan untuk meyakini bahwa tren ini akan berlanjut.

Separuh orang Indonesia (49%) mengenal setidaknya satu pasangan yang bertemu secara online

Riset baru YouGov mengungkap skala fenomena ini di Indonesia. Sebanyak sepertiga (34%) orang Indonesia pernah menggunakan internet dan aplikasi kencan online. Angka ini naik menjadi 36% di kalangan generasi millennial, tetapi turun menjadi 19% di kalangan generasi baby boomers.

Namun, lebih dari setengah (55%) generasi millennial juga mengatakan bahwa mereka akan merasa malu mengakui bahwa mereka bertemu pasangan mereka melalui aplikasi/kencan online. 37% generasi baby boomers mengatakan hal yang sama. Akan tetapi, empat dari sepuluh (42%) orang Indonesia mengatakan bahwa mereka tidak akan menganggap berbeda pasangan yang bertemu secara online.

Separuh (49%) orang Indonesia mengenal setidaknya satu pasangan yang bertemu dengan cara ini. Meskipun 50% generasi millennial mengenal setidaknya satu pasangan yang bertemu secara online, hanya 38% generasi baby boomers yang mengalami hal yang sama.

BeeTalk dan Tinder dianggap sebagai layanan kencan online yang paling terhormat.

Bisa dikatakan bahwa kencan online kini sudah menjadi arus utama dan kencan online menjadi pasar yang semakin kompetitif.

BeeTalk dan Tinder adalah pemimpin pasar di Indonesia, mendapatkan nilai tertinggi untuk kepopuleran dan kelayakan untuk dihormati di kalangan responden yang pernah menggunakan layanan kencan online. Secara keseluruhan, delapan dari sepuluh (81%) orang yang berkencan secara online pernah mendengar tentang BeeTalk dan separuh (51%) dari orang yang berkencan secara online mengatakan bahwa BeeTalk adalah platform kencan online yang terhormat. Hanya 13% yang menganggapnya tidak terhormat, sehingga nilai bersihnya adalah +37. Nilai Tinder lebih rendah dalam hal kepopuleran (68% pernah mendengar aplikasi ini), tetapi menjadi yang teratas dalam hal kelayakan untuk dihormati, menaikkan nilai bersihnya menjadi +39.

Indonesian Cupid juga mendapatkan nilai yang baik, dengan nilai kepopuleran 64% dan nilai kelayakan untuk dihormati +34. Di sisi lain, layanan yang paling tidak dikenal juga dianggap sebagai paling tidak terhormat. Nilai terendah untuk kepopuleran dan kelayakan untuk dihormati antara lain Bumble, eHarmony, dan Skout.

Kencan online bernilai $2,2 miliar di Amerika saja, dan Tinder mendapatkan 26 juta jodoh per hari. Akan tetapi, 42% orang Indonesia pencari cinta masih tetap memilih untuk bertemu calon pasangannya secara offline, yang menyiratkan bahwa layanan kencan online masih memiliki jalan panjang sebelum bisa sepenuhnya menghilangkan stigma mereka.

*Data dikumpulkan secara online dari 11 hingga 28 September 2017 melalui panel YouGov yang diikuti lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia. Data dibobot agar mewakili populasi online. Ukuran sampel: 2.274

Photo source: Getty Image / Zerbor