43% orang Indonesia percaya bahwa bisnis memiliki tanggung jawab untuk mencegah kerusakan lingkungan

43% orang Indonesia percaya bahwa bisnis memiliki tanggung jawab untuk mencegah kerusakan lingkungan
Oleh

Sebanyak empat perlima konsumen mengatakan bahwa mereka memiliki kesan positif dari bisnis yang bahkan memberikan sejumlah kecil laba untuk amal

Riset New YouGov Omnibus mendapati bahwa 93% orang Indonesia berpikir bisnis memiliki tanggung jawab untuk melakukan hal-hal baik secara sosial, menyarankan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tetap menjadi pertimbangan penting untuk merek-merek Indonesia.

Secara keseluruhan, 43% orang Indonesia percaya bahwa bisnis memiliki tanggung jawab untuk memastikan rantai pasokan mereka tidak merusak lingkungan

Dibandingkan dengan kawasan yang lebih luas, kemungkinan orang Indonesia untuk percaya bahwa bisnis memiliki tanggung jawab untuk memastikan rantai pasokan mereka tidak membahayakan lingkungan lebih kecil. Di seluruh Asia Pasifik (APAC), setengah dari konsumen (50%) percaya bahwa bisnis mengemban tanggung jawab seperti itu. Angka ini meningkat hampir dua pertiga (63%) di antara warga Filipina, tertinggi di kawasan, dan jatuh ke empat di antara sepuluh (42%) di Thailand, terendah di kawasan.

 

Empat puluh persen (40%) percaya bisnis memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa rantai pasokan mereka bebas dari praktik merugikan seperti kerja paksa

Dua perlima (40%) dari konsumen juga percaya bisnis memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa rantai pasokan mereka bebas dari praktik merusak, seperti kerja paksa, sementara lebih dari setengah orang Indonesia merasa bahwa bisnis memiliki tanggung jawab untuk membantu mengajari masyarakat keterampilan tambahan (61%) dan beramal (55%).‚Äč

 

Tiga perempat orang Indonesia kemungkinan besar akan merekomendasikan merek yang bahkan memberi sebagian kecil laba tahunannya untuk amal

Studi juga mendapati bahwa jika konsumen menyadari bahwa bisnis yang memberi sebagian kecil dari laba tahunannya untuk amal (hingga 5%), empat perlima (81%) konsumen akan memiliki pendapat yang lebih positif tentang bisnis. 

Di tingkat regional, 62% konsumen APAC kemungkinan besar akan merekomendasikan merek ke teman dan keluarganya jika merek memberi sebagian kecil laba tahunannya untuk amal. Angka ini meningkat hingga 75% di Indonesia dan 70% di Thailand, tapi jatuh ke 51% di Singapura dan 55% baik di Australia maupun Hong Kong.

Secara keseluruhan, tujuh dari 10 (71%) orang Indonesia yang disurvei percaya bahwa bisnis harus melakukan lebih banyak untuk beramal secara lengkap.

Riset YouGov Omnibus terakhir menunjukkan proporsi cukup banyak dari konsumen yang memperhitungkan etika merek ketika melakukan keputusan pembelian dan kemungkinan besar akan mempertimbangkan serta merekomendasikan merek yang memberi bahkan sebagian kecil untuk amal. Lebih jauh, mayoritas konsumen yang percaya bahwa bisnis memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka memiliki rantai pasokan beretika memberi kesan konsumen mengharapkan lebih banyak dari merek. Dalam rangka untuk maju, merek-merek sekarang harus cukup melampaui, membuktikan bahwa produk yang mereka tawarkan adalah lebih baik dari yang lain, bisnis cerdas yang mencari cara untuk membedakan bisnis mereka harus bekerja keras dalam menghadirkan nilai-nilai mereka juga.

*Data dikumpulkan secara online dari 15 hingga 23 November 2017 melalui panel YouGov yang diikuti lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia. Ukuran sampel: Asia Pasifik (n = 9.000; Australia: 1.000; Tiongkok: 1.000; Hong Kong: 1.000; Indonesia: 1.000; Malaysia: 1.000; Filipina: 1.000; Singapura: 1.000; Thailand: 1.000; Vietnam: 1.000)

Summer gambar: Getty Image