Satu dari empat warga Indonesia menggunakan sedotan plastik setiap hari

Satu dari empat warga Indonesia menggunakan sedotan plastik setiap hari
Oleh

Indonesia adalah penyumbang polusi plastik terbesar kedua di dunia. Penelitian terbaru YouGov menunjukkan bahwa warga Indonesia masih merupakan konsumen besar dari plastik sekali pakai, dengan  satu dari empat warga (27%) menggunakan sedotan plastik setiap harinya.

Satu dari enam (17%) warga Indonesia mengaku menggunakan sedotan plastik beberapa kali sehari, dan satu dari sepuluh (10%) menggunakannya sekali sehari. Sepertiga (34%) menggunakannya beberapa kali seminggu, dan satu dari sepuluh (9%) menggunakannya seminggu sekali. Hanya 3% warga Indonesia yang tidak pernah menggunakan sedotan plastik.

Meskipun penggunaan sedotan plastik cukup tinggi, seperempat (25%) dari warga Indonesia memiliki sedotan yang dapat digunakan kembali. Mereka yang memiliki gelar dari universitas atau lebih tinggi lebih mungkin memilikinya dibandingkan mereka yang memiliki kualifikasi lebih rendah dari pada yang memiliki gelar dari universitas (29% dibandingkan dengan 21%).

Alasan paling populer mengapa warga Indonesia tidak memiliki sedotan yang dapat digunakan kembali adalah karena warga tidak melihat perlunya menggunakan sedotan tersebut (44%). Ini diikuti oleh warga yang tidak tahu di mana untuk mendapatkannya (38%), dan tidak memiliki sedotan tersebut tetapi berniat untuk membelinya (21%).

Sedotan bukanlah satu-satunya jenis plastik sekali pakai. Hampir empat dari sepuluh (36%) warga Indonesia juga menggunakan kantong plastik sekali pakai setidaknya sekali sehari. Ketika melakukan pembelian, hanya satu dari lima (22%) yang meminta untuk tidak memakai kantong plastik, sementara enam dari sepuluh (62%) terkadang menolak kantong plastik tersebut, dan satu dari enam (16%) selalu membawa kantong plastik ketika melakukan pembelian.

Secara keseluruhan, mayoritas (95%) warga Indonesia setuju bahwa penting untuk melestarikan lingkungan, dengan lebih dari delapan dari sepuluh (86%) beranggapan bahwa hal ini sangat penting, dan satu dari sepuluh (9%) mengatakan itu agak penting. Sisanya(5%)  tidak menganggap hal ini penting.

Warga Indonesia percaya bahwa konsumen memiliki peran terbesar dalam melestarikan lingkungan (50% peringkat pertama), diikuti oleh pemerintah (29% peringkat pertama) dan LSM (14% peringkat pertama).

Jake Gammon, kepala dari YouGov Omnibus APAC berkomentar: “Sementara sebagian besar warga Indonesia percaya bahwa melestarikan lingkungan itu penting, data kami menunjukkan bahwa banyak yang masih mengandalkan plastik sekali pakai setiap hari. Banyak warga yang tampaknya menyadari tindakan mereka sendiri, dengan setengah dari konsumen Indonesia beranggapan bahwa tanggung jawab melestarikan lingkungan ada pada diri mereka sendiri. ”